YouTube

Comment : YouTube Rewind Indonesia 2018

Sebagai sebuah platform berbagi video. YouTube selama satu tahun terakhir terus menyajikan hal-hal yang baru. Kita bisa melihat bagaimana channel-channel baru terus bermunculan. Ada yang datang dengan sinematografi super keren, sekedar makan-makan, membacakan 10 hal paling aneh, atau bermain Mobile Legends. Semua yang kita mau sepertinya bisa kita tonton di sana. Semua bebas, semua bisa. Karena pada dasarnya, YouTube adalah Broadcast Yourself.

Semua rangkaian satu tahun tersebut biasanya dirangkum dalam sebuah video yang mereka sebut YouTube Rewind. YouTube Rewind sendiri adalah sebuah kolaborasi dari para content creator yang ada di YouTube. Video tersebut biasanya merepresentasi hal-hal yang terjadi di YouTube selama satu tahun terakhir.

Di Indonesia, kolaborasi tersebut telah dilakukan secara mandiri sejak 2015, 2016, sempat absen di 2017, dan muncul kembali di 2018. Munculnya YouTube Rewind Indonesia 2018 menurut saya adalah sebuah tantangan bagi para content creator di Indonesia. Mampukah YouTube Rewind Indonesia 2018 lebih baik setelah satu tahun absen ? Dapatkah mereka merepresentasi Youtube Indonesia di 2018 ?

Bersama Ono, di sini. Selamat datang di Comment. Inilah dia, Comment : YouTube Rewind Indonesia 2018.

The King Of YouTube

YouTube Rewind Indonesia 2018 dibuka oleh Atta Halilintar.

Saya sebenarnya agak terkejut dengan hal tersebut. Karena saya kira YouTube Rewind Indonesia 2018 akan dibuka oleh YouTuber senior seperti: Eno Bening, Raditya Dika, atau Deddy Corbuzier. Saya sebenarnya tidak tahu pasti mengapa Atta yang dipilih sebagai pembuka.

Tapi, jika pemilihannya adalah berdasarkan hal yang paling disukai dan diukur berdasarkan jumlah subscriber. Maka, Atta Halilintar pantas membuka rangkaian tersebut.

Dengan jumlah subsriber 7,657,288. Atta Halilintar menjadi YouTuber dengan subscriber terbanyak di Indonesia. Di ikuti Ria Ricis di tempat kedua, lalu Calon Sarjana, Raditya Dika, dan Gen Halilintar.

Best Moment

Banyak hal yang coba disajikan dalam YouTube Rewind Indonesia 2018 kali ini. Salah satu moment terbaik sepanjang 9:41 video ini adalah ketika seorang atlet dipeluk oleh seorang bapak-bapak gemuk berpeci dan bapak-bapak kurus berjaket merah.

Sepertinya, itu adalah gambaran moment ketika Pak Jokowi dan Pak Prabowo di Asian Games 2018.

Tidak bisa dipungkiri bahwa event olahraga terbesar di Asia tersebut adalah salah satu hal yang sering dibicarakan selama 2018 ini. Banyak kejadian-kejadian besar yang terjadi disana. Mulai dari pembukaan, kemenangan Indonesia yang melebihi target, dan tentunya moment pelukan ini.

Kurang Jernih

Jika dibandingkan dengan YouTube Rewind di tahun-tahun sebelumnya. YouTube Rewind Indonesia 2018 adalah YouTube Rewind yang paling banyak menyajikan visual efek. Dimulai dari Atta yang terdampar di dimensi lain, kembang api, dan pertarungan AOV Mobile Legends.

Semua hal itu sebenarnya tidak jelek. Tapi, dengan banyaknya efek disana-sini. Youtuber Gaming yang bertebaran. Serta, pesan sponsor yang terasa agak dipaksakan. Jujur, perlu waktu bagi saya untuk bisa mencerna pesan yang ingin disampaikan YouTube Rewind Indonesia 2018.

Setelah menontonnya 2 kali, barulah akhirnya saya tahu pesan yang ingin disampaikan. Pesan yang ingin disampaikan sepertinya tentang bangkit dan bersatu. Bangkit dari keterpurukan dan bersatu dalam perbedaan.

Kita tentu masih ingat bagaimana Indonesia ditimpa bencana alam di tahun 2018. Kita juga tentu masih ingat bagaimana kita berdebat banyak hal tentang urusan agama, politik, dan hal lainnya.

Kita mungkin berbeda. Tapi, Aku Indonesia. Kamu Indonesia, Kita Indonesia.

Pantas diapresiasi

Terlepas dari segala hal yang membuat kening saya mengernyit. YouTube Rewind Indonesia 2018 sedikit banyak merepresentasikan hal-hal yang terjadi di YouTube Indonesia selama 2018. YouTube Rewind Indonesia 2018 juga bisa jadi adalah sebuah bukti bahwa kolaborasi bisa menghasilkan sesuatu yang besar.

Untuk membuat proyek sebesar ini sudah pasti memerlukan biaya yang besar juga. Tanpa kolaborasi, rasanya agak sulit untuk bisa menggaet sponsor sebesar Bank BTN dan GoJek. Itu dari segi pembiayaan. Belum lagi dengan komitmen waktu, tenaga, dan pemikiran.

Melihat semua itu, agak tidak tahu diri rasanya jika saya tidak mengapresiasi hal sebesar ini. Terima kasih, YouTuber Indonesia. Nice Try…

Seperti yang Raditya Dika bilang…

“Sekarang adalah zamannya kolaborasi bukan lagi kompetisi”

Jadi, jika kalian tidak puas. Maka, berkolaborasilah.

Saya Ono, pamit.

Selamat berkolaborasi.

Salam, Juru Review.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén