Teman Nonton

Teman Nonton #004 : The Nun

Awal september ini, salah satu bagian dari semesta The Conjuring hadir di Indonesia. The Nun. Film ini merupakan spin off dari The Conjuring 2.

Melihat kesuksesan The Conjuring 2 beberapa tahun lalu. Maka, saya pun penasaran bagaimana jadinya spin off yang satu ini. Sebagai informasi tambahan sepanjang penayangannya The Conjuring 2 sanggup meraup pendapatan sekitar 320,4 juta USD. Padahal modal yang dikeluarkan “hanya” 40 juta USD.

Jadi, semenarik apakah film yang satu ini ? sanggupkah mengikuti kesuksesan dari The Conjuring 2 ? Besama Ono di sini. Inilah dia Teman Nonton #004 : The Nun.

Sinopsis

Jauh disebuah pedalaman Rumania terdapat sebuah biara yang dikenal sebagai biara terkutuk oleh penduduk setempat. Tidak banyak orang yang berani mendekati tempat tersebut. Satu-satunya yang berani mendekatinya adalah Frenchie (diperankan oleh Jonas Bloquet). Seorang petani yang memiliki perjanjian untuk mensuplai bahan makanan ke biara tersebut.

Suatu hari Frenchie datang untuk melakukan kunjungan rutinnya. Saat itulah dia menemukan seorang biarawati tergantung di depan gerbang biara. Tidak lama setelah kejadian itu, Vatikan mulai melakukan investigasi. Diutuslah Pastur Burke (diperankan oleh Demián Bichir) dan Irene (diperankan oleh Taissa Farmiga) untuk mengetahui semua hal dibalik kejadian tersebut.

Sepanjang investigasi inilah mereka akhirnya menemukan fakta-fakta mengejutkan dibalik Valak dan biara tersebut.

Zombie, Jenaka, Valak

Daripada disebut film hantu, saya merasa ini lebih mirip film zombie. Begitu banyak jump scare yang coba ditunjukkan film ini. Teriakan sana-sini, kejar-kejaran, bahkan suara tembakan.

Namun, percaya tidak percaya. Film ini terasa jenaka di beberapa bagian. Semuanya hadir berkat sosok Frenchie. Lewat dialog serta tingkah lakunya kita seakan dibuat tenang kembali setelah kaget beberapa kali. Namun sayangnya, hal ini pula lah yang membuat ketegangan yang telah dibangun sosok Valak menjadi biasa saja.

Valak sebagai bagian besar dari film ini sering hadir untuk membuat kaget para penonton. Tapi, cerita dibalik kehadirannya terasa begitu tipis dan tidak menarik. Pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa dan bagaimana sosok Valak tercipta memang terjawab.

Tapi,…

Saya hanya dapat berkata “Oh gitu doang” saat mengetahui jawabannya. Jadi, anda bisa bayangkan sendiri bagaimana begitu biasanya si Valak ini.

Kesimpulan

Menurut saya, The Nun hanyalah sebuah bagian puzzle kecil dari semesta yang coba dibuat dalam The Conjuring. Kehadirannya hanya akan menjawab mengapa Valak ada dan Bagaimana dia tercipta.

Film ini akan terasa sangat tidak menarik jika anda belum menonton Annabelle, Annabelle : Creation, The Conjuring, dan The Conjuring 2. Melihat banyaknya barang-barang magis yang ada di The Conjuring 2. The Conjuring berpotensi untuk menciptakan sebuah semesta yang cukup luas.

Untuk The Nun, walaupun bukan jadi pilihan utama untuk menjadi teman nonton. Tapi, jika anda ingin mengikuti semesta The Conjuring secara utuh. The Nun tetap harus ditonton. Hanya saja anda harus menurunkan ekspektasi anda dari film-film sebelumnya.

“Ada waktunya untuk berdoa, ada waktunya untuk bertindak. Dan ini adalah waktunya untuk bertindak”.

Saya Ono, pamit.

Sampai jumpa di teman nonton berikutnya.

Salam, Juru Review.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén