Teman Nonton

Teman Nonton #003 : Voice

Secara sederhana suara adalah gelombang berkelanjutan yang merambat melalui sebuah medium. Mediumnya dapat berupa zat cair, padat, atau gas. Rumit ? memang. Tapi, kali ini saya tidak akan membawa anda pada penjelasan ilmiah apalagi membahas ilmu fisika dan sejenisnya. Kali ini saya akan membawa anda pada sebuah drama korea yang baru saja selesai saya tonton. Voice.

Jika anda merasa tidak asing dengan judul ini. Maka, tebakan anda mungkin saja benar. Ya, ini adalah season pertama dari drama Voice 2.

Jadi, sebaik apakah drama ini ? pantaskah menjadi teman nonton ? bersama ono di sini. Inilah Teman Nonton #003 : Voice.

Sinopsis

Cerita bermula ketika istri dari seorang detektif bernama Moo Jin-Hyuk (diperankan oleh Jang Hyuk) dibunuh secara brutal. Terdapat luka di sekujur tubuh dan kepalanya remuk dihantam benda keras. Sebelum kejadian tersebut istri dari Moo Jin-Hyuk sempat melakukan panggilan ke call center kepolisian untuk meminta bantuan. Panggilan itu kemudian dijawab oleh Kang Kwon-Joo (diperankan oleh Lee Ha-Na). Ditengah percakapan itulah istri dari Moo Jin-Hyuk dibunuh.

Lalu, secara kebetulan ayah dari Kang Kwon-Joo yang juga merupakan seorang polisi berada di dekat lokasi kejadian. Ayahnya yang bermaksud menangkap pembunuh tersebut akhirnya ikut terbunuh dengan cara yang sama.

Selang beberapa hari dari kejadian itu, pembunuh yang dimaksud akhirnya berhasil ditangkap. Sidang pun dimulai. Tetapi, Kang Kwon-Joo yang saat itu menjadi saksi menyatakan bahwa orang yang ditangkap bukanlah pembunuh sebenarnya. Karena suara yang didengarnya di telpon berbeda dengan pelaku di persidangan. Berkat kesaksian itulah pelakunya dibebaskan.

Sejak kejadian itu, detektif Moo Jin-Hyuk menjadi terpuruk dan Kang Kwon-Joo menghilang.

Beberapa tahun kemudian, Kang Kwon-Joo kembali. Kembalinya dia ke kepolisian bertujuan untuk membentuk sebuah tim khusus bernama Golden Time Team. Didalam tim itulah Moo Jin-Hyuk dan Kang Kwon Joo bekerja sama untuk memecahkan kasus yang ada. Sekaligus mencari pembunuh sebenarnya dari kasus yang menimpanya dulu.

Suara dan emosi

Dari awal drama ini dimulai, setidaknya ada dua hal yang coba ditonjolkan. Pertama adalah suara dan kedua adalah emosi.

Sesuai dengan judulnya, yaitu Voice. Sepanjang drama ini kita akan disuguhkan dengan banyak detail suara. Seperti suara langkah kaki, gesekan satu benda dengan benda lain, bahkan nafas dan intonasi suara. Hal itu dibuat untuk memperkuat karakter Kang Kwon Joo yang mempunyai pendengaran yang sensitif. Berkat detail-detail itulah kita seakan diajak untuk menyelami lingkungan yang ada lebih dalam lagi.

Tidak hanya sampai disana. Berkat akting Jang Hyuk yang baik. Kita akan melihat sosok Moo Jin-Hyuk yang meledak-ledak sekaligus rapuh. Kita akan melihat bagaimana Moo Jin-Hyuk yang penuh amarah lalu kemudian meneteskan air mata. Kita akan diajak untuk merasakan rasa kehilangan yang dirasakannya.

Jagoan tidak boleh mati

Jika melihat alur cerita yang ada. Pada beberapa bagian, sebenarnya Voice hampir serupa dengan beberapa drama korea bergenre sama. Tokoh utama dibuat seolah kuat dan tidak bisa mati.

Sebagai contoh, suatu ketika detektif Moo Jin-Hyuk ditangkap oleh sekumpulan penjahat. Saat itu detektif Moo diikat, disekap, dan siap untuk dibunuh dengan cara dipotong-potong. Namun, akhirnya dia berhasil lolos setelah melalui perkelahian yang sengit.

Tidak sampai disitu. Detektif Moo juga pernah ditodong pistol dikepalanya. Tapi, karena penjahat lebih memilih untuk mengobrol daripada langsung menembak. Maka, semuanya berakhir dengan patahnya telapak tangan si penjahat.

Ajaib bukan ?

Kesimpulan

Terlepas dari segala hal yang saya suka dan tidak suka. Menurut saya, drama ini layak untuk menjadi teman nonton anda. Bahkan, rasanya ini pun cocok ditonton oleh anda yang tidak suka kokoreaan. Karena porsi cinta-cintaan yang biasa ada di drama korea populer tidak saya temukan di sini. Walaupun ada, porsinya sangat sedikit dan hanya jadi bumbu kecil bagi drama ini.

Nilai tambah lain adalah akting Jang Hyuk dan Lee Ha-Na yang baik, rangkaian kasus yang menarik, dan alur yang tidak terlalu lambat. Serta, drama ini bisa menjadi bekal untuk anda yang sedang menonton Voice 2 dan menunggu episode terbarunya tayang.

Saya Mas Wahono, pamit.

Salam,

Juru Review.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén