Teman Nonton

Teman Nonton #002 : Young Sheldon (Season 1)

The Big Bang Theory, sebuah serial TV komedi yang memiliki sejarah yang cukup panjang di Amerika. Serial ini telah menyelesaikan 10 season dan di 2018 ini mereka memasuki seasonnya yang ke 11. Walaupun begitu, jujur saya baru mengenal serial tersebut dari serial spin off  nya yang berjudul Young Sheldon.

Sebaik apakah serial TV yang satu ini ? layakkah menjadi teman nonton anda ? Bersama ono di sini. Inilah Teman Nonton #002 : Young Sheldon (Season 1).

Sinopsis

Young Sheldon bercerita tentang kehidupan masa kecil Sheldon Cooper. Sheldon sejak kecil telah dikenal sebagai anak yang jenius. Karena kejeniusan itulah pada usianya 9 tahun, Sheldon memilih untuk masuk kelas 9. Dari sanalah semuanya bermula. Walaupun Sheldon memiliki kecerdasan di atas rata-rata untuk anak seusianya. Tetapi, Sheldon tetaplah anak usia 9 tahun yang polos dan apa adanya.

Karena itulah, terdapat banyak konflik dalam kehidupannya sebagai anak kelas 9. Konflik yang terjadi seputar pergaulan dengan teman-temannya, hubungan dengan keluarga, atau bahkan sikapnya pada guru-guru di sekolah tersebut. Konflik-konflik inilah yang kemudian menjadi sajian yang lucu sepanjang serial ini ditayangkan.

Jika anda bertanya mengapa harus di kelas 9 ? hal tersebut sempat dijelaskan oleh Sheldon di episode pertamanya. Sheldon berpendapat bahwa kelas 9 adalah tingkatan yang tepat bagi dirinya untuk belajar menyesuaikan diri di tingkat yang selanjutnya. Walaupun agak aneh tapi hal tersebut membuat saya bertanya “apakah Sheldon akan berhasil menyelesaikan kelas 9 nya ?” atau “Bagaimana kehidupannya di sana ?”

Bintang Muda

Sepanjang serial ini, setidaknya ada 3 orang yang menarik perhatian saya. Mereka adalah Iain Armitage, Montana Jordan, dan Raegan Revord. Iain Armitage memerankan Sheldon. Montana Jordan memerankan Georgie (kakak dari Sheldon). Raegan Revord memerankan Missy (saudara perempuan Sheldon).

Menurut saya, ketiganya memberikan penampilan yang mengesankan sepanjang serial ini.

Iain Armitage begitu baik memerankan seorang Sheldon muda. Di mulai dari intonasi suara sampai mimik muka. Saya seakan dibawa untuk melihat Sheldon Cooper dewasa dengan ukuran tubuh yang kecil. Walaupun begitu kita tetap akan melihat Sheldon sebagai anak kecil yang polos dengan rasa ingin tahu yang besar. Berkat hal itulah saya dibuat tertawa, hampir di seluruh episodenya. Tawa tersebut berasal dari logika berpikir Sheldon dalam memandang kehidupan sosial.

Kemampuan Iain memerankan karakter ini tidak datang begitu saja. Sebelumnya Iain memang telah rajin bermain dibeberapa Teater. Ayahnya (Euan Morton) adalah seorang aktor dan ibunya (Lee Armitage) adalah seorang produser teater.

Montana Jordan (Georgie) dan Raegan Revord (Missy) yang berperan sebagai saudara Sheldon juga sama menariknya. Jika dibandingkan dengan Iain Artimage, sebenarnya mereka tidak memiliki banyak scene dalam serial tersebut. Tapi, mereka hadir sebagai pelengkap yang terasa cocok.

Jika Iain memerankan Sheldon dengan segala kejeniusannya. Maka, Montana dan Raegan adalah lawan dari kejeniusan itu. Keduanya datang dengan tindakan konyol dan pertanyaan yang mempertanyakan kejeniusan sheldon. Keduanya tampil sebagai remaja dan anak-anak biasa.

Di luar serial ini tidak banyak hal yang saya tahu tentang Montana dan Raegan. Tapi, jika melihat aktingnya dalam serial ini. Rasanya mereka bisa menjadi aktor dan aktris yang hebat di masa yang akan datang.

Lucu

Seperti yang telah saya jelaskan di atas. Kelucuan yang dihadirkan berasal dari logika berpikir sheldon pada kehidupan sosialnya. Logika berpikir yang didasarkan pada ilmu pengetahuan yang membangun kejeniusannya.

Semua terasa lucu karena hal tersebut dibicarakan oleh anak berusia 9 tahun. Sebagai contoh, Sheldon mempertanyakan keberadaan Tuhan dan agama. Pertanyaan itulah yang kemudian membawanya pada pencarian Tuhan. Pencariannya malah menuntunnya untuk menyembah setan dalam game board yang dia mainkan. Lalu kemudian berakhir dengan membuat agamanya sendiri.

Bisakah anda membayangkan seorang anak usia 9 tahun membuat agama ?

Atau saat dia dibuat kesal oleh ilmuan NASA karena menganggap dirinya hanya seorang anak kecil. Kekesalan itu membuatnya berhari-hari bekerja menyelesaikan teori yang dibuatnya. Teori tentang penghematan biaya peluncuran roket ke luar angkasa.

Jika anda menjadi orang tuanya apa yang akan anda lakukan ?

Semuanya terasa lucu. Semuanya seakan sejalan dengan teori komedi yang “membuat hal besar menjadi kecil dan hal kecil menjadi besar”.

Kesimpulan

Jika dibandingkan dengan The Big Bang Theory, saya lebih suka serial ini. Pada The Big Bang Theory terdapat backsound orang tertawa yang menurut saya mengganggu. Kita seperti diberi tanda kapan lucu dan kapan tidak lucu. Padahal komedi itu dinamis. Kalau menurut anda lucu belum tentu menurut saya lucu. Jadi, buat apa diberi tanda ?

Tidak seperti The Big Bang Theory yang menurut saya dewasa. Young Sheldon tetap lucu dengan cerita kehangatan keluarga yang dihadirkan. Kita dapat melihat bagaimana hubungan dekat Sheldon dengan keluarganya. Sheldon dengan ayah, ibu, dan saudaranya.

Sebagai penonton baru, Young Sheldon membawa saya untuk mengetahui The Big Bang Theory lebih jauh. Untuk penonton lama, Young Sheldon bisa jadi adalah mesin waktu yang membawa anda bernostalgia dengan The Big Bang Theory. Atau bisa jadi obat bagi anda yang penasaran tentang kehidupan Sheldon Cooper di masa kecilnya.

Jika anda adalah penyuka komedi, penonton The Big Bang Theory, atau bahkan belum pernah menontonnya. Young Sheldon adalah serial yang patut menjadi teman nonton anda. Akhir kata, Young Sheldon adalah serial lucu, hangat, dan ringan.

Saya Mas Wahono, pamit.

Salam, Juru Review.

Leave a Reply

Theme by Anders Norén